Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam
kehidupan sehari-hari, seseorang tidak bisa terlepas dari komunikasi.
Komunikasi adalah pertukaran informasi antara dua individu atau lebih
yang bertujuan untuk memberi dan menerima informasi. Komunikasi dapat
dilakukan dengan lisan maupun isyarat. Namun, seringkali komunikasi
dapat mengakibatkan konflik antara individu maupun kelompok yang
bersangkutan. Sebagai contoh kesalahan komunikasi dalam organisasi
pemuda desa atau sering disebut organisasi Karang Taruna. Organisasi
yang beranggotakan pemuda ini, sering mengadakan rapat rutin untuk
membahas rencana-rencana maupun membahas suatu kegiatan yang dilakukan
maupun yang akan dilakukan. Rapat rutin yang biasa diadakan setiap bulan
sekali, pastilah ada komunikasi didalamnya saat rapat tiba.
Pembahasan-pembahasan atau pendapat dari seseorang tertentu harus
benar-benar diperhatikan. Tak sedikit yang bisa kita jumpai,
konflik-konflik yang menimpa anggota karang taruna hanya diakibatkan
dari komunikasi yang belum tertata dengan baik dan kesalahpahaman dalam
menerima informasi. Didalam rapat rutin karang taruna, membahas juga
beberapa masalah dalam lingkungan yang harus diselesaikan. Seorang ketua
karang taruna akan menginformasikan masalah-masalah atau bahan
pembahasan dalam rapat itu dan membutuhkan tanggapan atau pendapat dari
anggota. Tak jarang komunikasi untuk berpendapat maupun menerima
pendapat menimbulkan masalah tersendiri dikalangan antar individu
maupun dengan anggota-anggota yang lainnya. Ada beberapa kata atau
kalimat yang sering diucapkan namun terkesan memaksa. Jadi anggota yang
lainnya merasa ada sebuah keterpaksaan yang harus dilaksanakan. Misalkan
dalam bahasa jawa seseorang sering berkata “pokok’e” atau “pokoknya”.
Kata-kata itu kesannya memaksakan kehendak, dan mengakibatkan anggota
yang lain tidak enak untuk mendengarkan pembicaraannya yang lain. Bila
seseorang tidak bisa menerima pendapat yang juga kurang bisa dikemas
dengan baik itu, maka orang itu juga akan merespon tanggapan itu dengan
nada-nada yang tidak enak didengar. Seringkali pembicaraan jadi sangat
memanas saat anggota lain menanggapinya dengan emosi. Namun, ketika hal
itu terjadi akan ada peringatan dari anggota yang lainnya yang mungkin
bisa diredakan. Ada juga seseorang yang karena emosinya terlalu tinggi
dan menciptakan komunikasi atau pembicaraan yang tidak pantas untuk
diucapkan, ia akan dibawa teman-temannya kuluar dari rapat. Bisa juga
orang itu yang malah langsung meninggalkan rapat dengan meninggalkan
kata-katanya yang mengandung emosi tinggi.
Konflik komunikasi tersebut tidak hanya akan terjadi selama rapat,
namun akan berturut-turut bermasalah dengan lawan bicara dalam rapat
tersebut. Entah beberapa hari, minggu, maupun hitungan bulan. Mereka
akan saling diam, tidak melihat dan menganggap tidak ada seseorang yang
berkonflik dengan orang itu dengan memasang muka wajah yang sengit. Bila
tidak ada pihak yang mengalah, maka tidak ada perdamaian didalamnya.
Itulah masalah akibat berkomunikasi yang kurang efektif dan
kesalahpahaman yang sering dialami oleh rapat rutin karang taruna yang
seharusnya bertujuan bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
Analisa Kasus Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kesalahan dalam
berkomunikasi baik mengemukakan pendapat maupun menerima pendapat.
Beberapa analisa yang dapat diambil yaitu :
- Perbedaan pendirian dan perasaan antar individu Setiap orang
memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut
terhadap suatu hal dalam lingkungan dapat menimbulkan konflik sosial.
- Perbedaan latar belakang setiap individu Latar belakang setiap
individu berbeda-beda. Ada yang hidup dalam keluarga miskin maupun kaya.
Ada yang hidup dalam keluarga berpendidikan, dan lain sebagainya. Latar
belakang itulah yang dapat membawakan perasaan yang memicu konflik.
- Perbedaan sifat dan watak Sifat dan watak memang bawaan dari
kelahiran seseorang dan berbeda-beda dengan individu yang lain. Itu
tidak bisa diubah, namun bisa disikapi dengan baik, agar tidak
menimbulkan konflik.
- Mengemukakan pendapat yang kurang bisa dikemas dengan komunikasi
yang baik Komunikasi yang kurang dikemas dengan baik dan belum tertata,
dapat memicu konflik yang bermula dari kesalahpahaman saja.
- Kurangnya pengetahuan Kurangnya pengetahuan akan topik bahasan
maupun pengetahuan tentang berkomunikasi dengan baik, dapat menimbulkan
salah paham dan konflik bila tidak berhati-hati dengan apa yang
diucapkan dan menangkap informasi yang kurang jelas.
- Menanggapi tanggapan yang disertai emosi atau kontrol emosi yang
kurang baik Kontrol emosi sangat penting dalam musyawarah, apalagi dalam
menghadapi banyak orang. Tidak setiap orang mudah mengontrol emosinya.
Suatu tanggapan yang disertai emosi inilah yang dapat memicu banyak
konflik.
Solusi Yang Dapat Diberikan Banyak solusi yang bisa diberikan dari
kegagalan berkomunikasi dalam rapat atau musyawarah ini. Baik saat
konflik terjadi langsung bisa diselesaikan, maupun dengan
tahapan-tahapan.
- Menciptakan suasana kondusif dan santai dalam musyawarah. Tidak ada
ketegangan suasana dan sedikit menciptakan suasana lucu atau lelucon.
Hal ini akan membawa keyamanan disetiap anggotanya dan akan santai
mengikuti musyawah dengan baik.
- Tidak memaksakan kehendak dikalangan individu. Mampu menghargai dan
menerima pendapat orang lain, yang kemudian akan dipertimbangkan
bersama-sama dalam musyawarah tersebut untuk mencapai hasil yang
terbaik.
- Memiliki sikap perhatian antar individu. Bisa mengerti perasaan
orang lain, misalkan “jika aku menjadi dia dan jika dia menjadi aku”.
Saling menyadari perbedaan perasaan satu sama lain.
- Mengerti sifat dan watak orang lain, agar kita mampu menyikapinya dengan baik.
- Mampu mengontrol emosi dengan baik. Sabar dalam menerima pendapat
yang mungkin kurang berkenan. Menanggapi dengan emosi tidak
menyelesaikan masalah, namun hanya akan menimbulkan masalah lagi.
- Memperjelas dan mempertegas suatu informasi yang mungkin kurang bisa
dipahami oleh anggota yang lainnya. Sedapat mungkin dijelaskan dengan
baik, sabar, dan meyakinkan individu yang lain.
- Jika ada konflik antar individu didalamnya dapat diselesaikan dengan
pihak ketiga, atau bantuan dari teman-teman anggota. Dapat mengadakan
forum kembali untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada
anggotanya.
- Memotivasi orang lain dengan dorongan-dorongan yang akan menguatkan dia saat menghadapi masalah dengan lawan bicara.