PROSES
ORGANISASI
A. Proses
organisasi
Proses
dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses
dalam buku organisasi karangan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan
dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut. Proses organisasi
merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan
dan berfungsi dengan baik, maka masalah yang tidak pernah diharapkan akan
timbul dalam sebuah organisasi.
Bagian-bagian
Proses Organisasi :
a.
Proses
Komunikasi, yaitu rangkaian kegiatan sebelum atau pada saat kejadian
itu sedang terjadi. contoh : Koordinasi, rapat, pengumuman dll. Dalam proses
ini, bahwa pentingnya komunikasi dalam sebuat proses organisasi agar tidak ada
kesalahpahaman antar anggota organisasi dalam menjalankan tugasnya
masing-masing.
b.
Hubungan
antar peran, selain komunikasi Hubungan antar suatu anggota dalam organisasi
itu sangat penting terutama untuk membangun proses kerja dari organisasi
tersebut. Dengan adanya hubungan antar peran maka setiap anggota dalam
organisasi akan saling bekerjasama secara optimal dalam menjalankan perannya
masing.
c.
Tahap
Pengawasan, dimulai komunikasi dalam tahap perencanaan, pengorganisasian,
koordinasi, penggunaan SDM yang layak, penggunaan anggraran, pengarahan,
pelaksanaan, pengawasan, pencatatan dan pelaporann sampai pada organisasi
selesai. Apabila proses pengawasan tidak dilaksanakan, maka biasanya
pencapaiannya kurang baik.
d.
Pengawasan/pengendalian,
Dalam sebuah proses diperlukan pengawasan/pengendalian terhadap pihak yang
berwewenang agar suatu proses organisasi dapat berjalan dengan baik, terarah
dan sesuai dengan tujuan.
B.
Proses mempengaruhi
Setiap
organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun, bagaimana kita
melaksanakan suatu wewenang agar organisasi tersebut mendapat pengaruh yang
baik.
1. Elemen-elemen
yang dapat memepengaruhi proses organisasi yaitu :
a. orang
yang mempengaruhi (0)
b. metode
mempengaruhi (→)
c. orang
yang dipengaruhi (p)
Jadi
proses mempengaruhi : 0 → p
Jadi didalam data di atas tedapat timbal balik dalam suatu
pengaruh untuk mempengaruhi seseorang. sedangkan metode untuk mempengaruhi
adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif)
c. Keahlian
d. Kharisma (daya tarik)
2. Daerah
pengaruh mencakup hubungan-hubungan :
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
3. Hubungan
antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel
4. Perbedaan
kekuasaan dan wewenang
a. Pengertian
kekuasaan
Kekuasaan merupakan
kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang
diinginkan. Studi tentang kekuasaan dan dampaknya merupakan hal yang penting
dalam manajemen. Karena kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain,
maka mungkin sekali setiap interaksi dan hubungan sosial dalam suatu organisasi
melibatkan penggunaan kekuasaan. Cara pengendalian unit organisasi dan individu
di dalamnya berkaitan dengan penggunaan kekuasaan. Kekuasaan manager yang menginginkan
peningkatan jumlah penjualan adalah kemampuan untuk meningkatkan penjualan itu.
Kekuasaan melibatkan hubungan antara dua orang atau lebih. Dikatakan A
mempunyai kekuasaan atas B, jika A dapat menyebabkan B melakukan sesuatu di
mana B tidak ada pilihan kecuali melakukannya. Kekuasaan selalu melibatkan
interaksi sosial antar beberapa pihak, lebih dari satu pihak. Dengan demikian
seorang individu atau kelompok yang terisolasi tidak dapat memiliki kekuasaan
karena kekuasaan harus dilaksanakan atau mempunyai potensi untuk dilaksanakan
oleh orang lain atau kelompok lain.
b.
Pengertian
wewenang
Wewenang dalam arti
kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
Wewenang adalah kekuasaan yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan
jabatan untuk mewujudkan harapan-harapan selaras dengan lingkungannya.Wewenang
merupakan wahana untuk memasyarakatkan nilai-nilai dan norma-norma dalam suatu
lingkungan. Seseorang harus bijak dalam mengambil wewenang yang dia miliki
jangan sampai merugikan orang lain akan tetapi menguntungkan diri sendiri.
c.
Kesimpulan
perbedaan kekuasaan dan wewenang
Kekuasaan amat erat
hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsep ini harus dibedakan. Kekuasaan
melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenang merupakan bagian dari kekuasaan yang
cakupannya lebih sempit. Wewenang tidak menimbulkan implikasi kekuatan.
Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi
yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahan harus mematuhi perintah manajernya
karena posisi manajer tersebut telah memberikan wewenang untuk memerintah
secara sah.
C.
Proses pengambilan keputusan
Keputusan
dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba,
tetapi
melalui suatu proses.
1. Proses
pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan
sebagai
berikut :
a. Menghimpun
data melalui pencatatan bahkan mungkin
b. Berupa
kegiatan penelitian
c. Melalui
analisis data
d. Menetapkan
keputusan yang akan ditempuh
e. Mengoperasionalkan
keputusan menjadi kegiatan
f. Selama
berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data
operasional yang baru
2. Sementara
itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan
keputusan
dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Tetapkan
masalah
b. Identifikasi
kriteria keputusan
c. Alokasikan
bobot pada kriteria
d. Kembangkan
alternative
e. Evaluasi
alternative
f. Pilih
alternative terbaik
3. Dalam
pengambil keputusan ada dua tipe keputusan:
a. Keputusan
Terprogram
Keputusan terprogram adalah prosedur
spesifik yang
dikembangkan untuk masalah yang rutin
dan berulang. Jika situasi yang sering muncul, biasanya prosedur rutin akan
dapat disusun untuk menyelesaikannya.
b.
Keputusan Tidak Terprogram
Adalah keputusan membutuhkan manajemen
masalah yang unik dan kompleks. Keputusan tidak terprogram ini dibuat jika ada
hal yang baru dan tidak berstruktur. Keputusan adalah mekanisme organisasional
dengan bentuk usaha untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu. Untuk masalah yang
munculnya sering, mengetahui seluruh proses tidak menjadi hal utama. Jika suatu
kebijakan telah diputuskan untuk mengatasi masalah seperti itu maka menajer
tidak perlu lagi untuk mengmbangkan dan mengevaluasi seluruh altrernatif setiap
masalah yang sama muncul kembali. Dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Menetapkan
sasaran dan tujuan serta mengukur hasil
b. Identifikasi
Masalah
Identifikasi
masalah dengan tepat dapat terhalangi oleh faktor-faktor seperti berikut:
·
Masalah presepsi: bahwa
presepsi individu mempunyai peluang untuk melindungi atau menghalangi kita dari
kenyataan yang tidak menyenangkan.
·
Masalah didefinisikan sebagai
solusi: merupakan suatu upaya untuk langsung lompat pada suatu kesimpulan.
·
Identifikasi gejala sebagai
masalah: masalah biasanya terdiri dari tiga type, yaitu kesempatan, krisis, dan
rutin.
4. Mengembangkan
Alternatif
Sebelum suatu keputusan dibuat, alternative
yang masuk-akal (solusi potensial untuk masalah tersebut) mesti ditelaah serta akibat
dari masing-masing alternative juga mesti dikaji.
5. Mengevaluasi Alternatif
Dalam memilih dari sejumlah alternative,
pengambil keputusan harus dituntun oleh sasaran dan tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya. Hubungan antara alternative-hasil didasarkan atas tiga
kondisi, yaitu:
a. Kepastian
b. Ketidakpastian
c. Resiko
6. Memilih
Alternatif
Adalah untuk memecahkan masalah guna
mencapai tujuan yang direncanakan sebelumnya. Keputusan bukan suatu hasil, tetapi
hanya suatu sarana untuk mencapai tujuan.
7. Mengimplementasikan
Keputusan
Suatu keputusan yang tidak diimpletasikan
tidak lebih dari sebuah abstraksi belaka. Tujuan mengimpletasikan keputusan agar
mencapai tujuan yang dikehendaki. Implementasikan keputusan melibatkan banyak
orang sehingga untuk menguji keputusan itu dapat dengan melihat perilaku orang
yang dipengaruhi oleh keputusan itu.
8. Mengendalikan
dan Mengevaluasi
Manajemen yang efektif melibatkan pengukuran
secara periodik terhadap hasil.
Model-model Pengambilan Keputusan:
a. Relationalitas
Keputusan
b. Model-model
perilaku pengambilan keputusan
9. Teknik
Pengambilan Keputusan
a. Teknik
-teknik kreatif : Brainstorming dan Synectics
b. Teknik
-teknik partisipatif
c. Teknik
-teknik pengambilan keputusan Modern : teknik delphi, teknik kelompok nominal
D.
Dua
model fisher dalam proses pengambilan keputusan
Menurut
pendapat ini, model dalam pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu :
1. Model
preskiptif
Model yang menerangkan bagaimana
kelompok seharusnya mengambil keputusan dengan cara memberikan pedoman dasar,
agenda, jadwal dan urut-urutan yang membantu kelompok mencapai consensus. Model
ini disebtu jugasebagai model normatif. Penerapan model preskiptif atau model
normatif meliputi lima langkah, yaitu :
·
Orientasi, yaitu menentukan bagaimana situasi yang dihadapi.
·
Evaluasi, yaitu menentukan sikap yang perlu diambil.
·
Pengawasan, yaitu menentukan apa yang harus dilakukan untuk
menghadapi situasi tersebut.
·
Pengambilan keputusan, yaitu menentukan pilihan atas
berbagai alternatif yang telah dievaluasi.
·
Pengendalian, yaitu melakukan pengawasan terhadap
pelaksannan hasil keputusan.
2. Model deskriptif
Model yang menerangkan bagaimana
kelompok mengambil keputusan. Model ini juga menerangkan (menggambarkan) segala
sesuatu sebagaimana apa adanya. Model ini juga memberikan kepada manajer
informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan, dan tidak
menawarkan penyelesaian masalah.