TEORI ORGANISASI
UMUM 1
Kelas : 2KA23 (Kelompok 6)
CIRI-CIRI, UNSUR, DAN TEORI ORGANISASI
1. Ciri-ciri
Organisasi
Adapun ciri-ciri
dari organisasi adalah :
a. Adanya
komponen ( atasan dan bawahan)
b. Adanya
kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
c. Adanya
tujuan
d. Adanya
sasaran
e. Adanya
keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
f. Adanya
pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
2. Unsur
Organisasi
a. Manusia
Dalam organisasi Manusia sering disebut
dengan istilah pegawai atau personel yang terdiri dari beberapa tingkatan yaitu
pimpinan (misalnya administrator) sebagai tingkatan tertinggi dalam organisasi
dan yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya
masing-masing. Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man
power) organisasi.
b. Kerjasama
Kerjasama
adalah sebuah sistem pekerjaan yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih untuk
mendapatkan tujuan yang direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja
ataupun organisasi menjadi sebuah
kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Oleh
karena itu, semua anggota yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi
administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
c. Tujuan
Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang
ingin dicapai. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui
prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran
(budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
d. Peralatan
(equipment)
Peralatan atau equipment terdiri dari
semua sarana yang dibutuhkan dalam organisasi yaitu berupa materi, mesin-mesin,
uang, dan barang modal lainnya (gedung/bangunan/kantor).
e. Lingkungan
(environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan
sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara
lain :
1) Kondisi
atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh
terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan
selalu mengalami perubahan.
2) Tempat
atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi
yang harus dilakukan oleh organisasi.
3) Wilayah
operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan
menjadi :
a) Wilayah
kegiatan, yang menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang
boleh dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi
b) Wilayah
jangkauan, atau wilayah geografis atau wilayah teritorial, menyangkut wilayah
atau daerah operasi organisasi.
c) Wilayah
personil, menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai
hubungan dan kepentingan dengan organisasi.
d) Wilayah
kewenangan atau kekuasaan, menyangkut semua urusan, persoalan, kewajiban,
tugas, tanggung jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu
yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f. Kekayaan
alam
Yang termasuk dalam kekayaan alam ini
misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi,
klimatologi), flora dan fauna.
3. Teori
Organisasi
Manusia
adalah makhluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur
dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sautu tujuan tetapi karena
keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa
adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam
berorganisasi.
a. Teori
organisasi klasik (tradisional)
Teori ini biasa disebut
dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai
1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang
tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk
mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
Dalam
teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada
mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap
nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan
organisasi.
Dikatakan
teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil
yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:
Organisasi
merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan,
kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja
sama.
Teori
Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsur
pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
1) Sistem
kegiatan yang terkoordinasi
2) Kelompok
orang
3) Kerjasama
4) Kekuasaan
& Kepemimpinan
Teori klasik berkembang dalam 3 aliran,
yaitu :
1) Teori
Birokrasi (dikembangkan dari ilmu sosiologi)
2) Teori
Administrasi
3) Teori
manajemen ilmiah (Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja)
b. Teori
neoklasik
Aliran
yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori
Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik
dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya
aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.
HUGO
MUNSTERBERG
Salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku
“Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan
jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah
menekankan adanya perbedaan karekteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan
adannya pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.
Munculnya
teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik
Howthorne tahun 1924 milik perusahaan Western Elektric di Cicero yang
disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Percobaan yang dilakukan ELTON
MAYO seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya
memperhatikan insentif upah dan Kondisi kerja karyawan dipandang sebagai factor
penting peningkatan produktifitas.
Dalam
pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
1) Partisipasi
2) Perluasan
kerja
3) Manajemen
bottom_up
c. Teori
modern
Teori ini muncul
pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik
dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau
“Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsik. Teori Organisasi
Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa
dipisahkan. Organisasi bukan sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan
yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan
dengan lingkungan dan apabila ingin bertahan hidup maka ia harus bisa
beradaptasi dengan lingkungan.