Pages

  • Beranda

15113559

Blog tugas kuliah digunadarma

Jumat, 19 Desember 2014

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

Perubahan dan perkembangan zaman pada masa – masa kini mengalami kemajuan yang tak dapat dibendung lagi. Seperti halnya kemajuan zaman, maka organisasipun memiliki aspek – aspek dimana adanya perkembangan – perkembangan yang terjadi seiring dengan berjalannya proses organisasi tersebut. Sejalan dengan adanya perkembangan, maka perubahanpun terkadang terjadi. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
1.    Faktor – faktor perubahan Organisasi
a.    Faktor internal: tujuan,strategi dan kebijakan organisasi, kegiatan, dan teknologi yang digunakan. Faktor-faktor intern yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi antara lain :
-      Perubahan kebijakan kepemimpinan
-      Perubahan tujuan
-      Problem hubungan antar anggota, dll
b.    Faktor eksternal : politik, pendidikan, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan teknologi. Lingkungan ekstern adalah keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Lingkungan ekstern tidak hanya mempengaruhi organisasi tertentu, tetapi juga terhadap semua organisasi yang ada di masyarakat. Faktor – faktor yang termasuk dalam lingkungan ekstern cukup banyak, di antaranya adalah :
-      Politik, meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan
-      Hukum, meliputi semua ketentuan yang berlaku yang harus ditaati oleh setiap orang baik secara individu atau kelompok
-      Kebudayaan, meliputi kebudayaan material dan nonmaterial
-      Teknologi, meliputi tingkat pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang manufaktur, dan fasilitas-fasilitas lain serta mencakup kemampuan masyarakat untuk mengembangkan dan menerapkannya
  1. Proses perubahan
Suatu organisasi pasti pernah melakukan perubahan dalam sistem, struktur peraturan maupun hal terkait lainnya. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yang menyebabkan perubahan itu perlu dilakukan. Proses perubahan dalam organisasi melalui beberapa tahap yaitu:
a.    Mengadakan pengkajian
b.    Mengadakan identifikasi
c.    Menetapkan perubahan
d.    Menentukan strategi
e.    Melakukan evaluasi
Perubahan dapat terjadi karna adanya beberapa dorongan yaitu dorongan internal (dorongan yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri) dan dorongan eksternal (dorongan yang berasal dari lingkungan luar organisasi misalnya persaingan politik, adanya aturan baru dalam proses produksi, dll).
Secara umum terdapat dua jenis perubahan yaitu perubahan terencana (perubahan yang dirancang secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi berbagai kemungkinan di masa datang) dan perubahan reaktif (perubahan tersebut merupakan respon terhadap masalah yang sedang dihadapi suatu organisasi)
  1. Ciri-ciri pengembangan Organisasi
a.    Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
b.    Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
c.    Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
d.    Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
e.    Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
f.     Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
g.    Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
  1. Metode pengembangan organisasi
a.    Metode pengembangan perilaku
-      Jaringan manajerial
Teori ini di pelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Dalam metode ini dikenal dua dimensi dua prilaku pimpinan, yaitu prilaku pimpinan yang memusatkan perhatian pada produksi, dan prilaku pimpinan yang memusatkan prilakunya pada orang. Dari segi intensitasnya, seorang pimpinan mungkin dapat menerapkan sekaligus dua prilaku tersebut dalam intensitas yang sama atau berbeda.
-      Latihan kepekaan
Latihan kepekaan (sensitifity training) merupakan latihan dengan kelompok. Oleh karena itu metode ini di namakan pula metode T-groupe (T= Training). Dalam metode ini yang di maksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi di sebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapai tujuan. Metode ini beranggapan bahwa apabila persoalan emosional itu dapat di atas maka dengan sendirinya kesulitan untuk beradaptasi dapat di hilangkan.
Oleh karena itu tujuan dari pada latiahan kepekaan adalah mempertajam daya peka, perasaan(emosi), dan kecepatan reaksi dalam menghadapi beberapa persoalan. Dalam latihan ini anggota kelompok di beri movasiuntuk belajar mengenai diri sendiri dalam menghadapi orang lain, kebutuhan dan sikap mereka sendiri. Sikap ini dapat terungkap melalui dua jalur, yaitu melalui mereka sendiri terhadap orang lain, dan melalui prilaku orang lain terhadap diri mereka sendiri.
-      Pembentukan tim
Pembentukan Tim (Team Feedback) adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku,sikap,serta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian di susun dan di kembangan kepada para anggota organisasi yang telah di survai untuk didiskusikan. Dari hasil diskusi akan di perpleh umpan balik(feedback) dari para anggota organisasi yang telah di survey, apakah perlu di adakan perubahan atau tidak.
-      Umpan balik survey
b.    Metode pengembangan keterampilan dan sikap
-      On the job training
Latihan ditempat kerja (on the job training ) ialah latian kerja ditempat kerja yang sebenarnya. Latian ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan – pekerjaan dengan lebih efisien. Didalam latian ini instruksi- instruksi diberikan langsung kepada anggota organisasi ditempat kerjannya, baik yang bersifat kerja sama maupun yang  bersifat perseorangan. Dengan latian ini diharapkan para anggota organisasi lebih mampu menjalankan dan lebih menguasai pekerjaannya.
Keuntungan yang diperoleh dalam on the job training adalah sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan manjalankan latihan.
-      Job instruction training
Adalah dengan memberikan petunjuk-petunjuk pekerjaan secara langsung pada pekerjaan dan terutama digunakan untuk melatih para karyawan tentang cara-cara pelaksanaan pekerjaan sekarang. Pada metode ini didaftarkan semua langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pekerjaan sesuai dengan urutannya.
-      Off the job training
Metode off the job adalah pelatihan yang menggunakan situasi di luar pekerjaan. Dipergunakan apabila banyak pekerja yang harus dilatih dengan cepat seperti halnya dalam penguasaan pekerjaan, di samping itu juga apabila pelatihan dalam pekerjaan tidak dapat dlakukan karena sangat mahal.
-      Vestibule training
Merupakan pelatihan yang dilakukan dalam suatu ruangan khusus yang terpisah dari tempat kerja biasa dan disediakan jenis pelaralatan yang sama seprti yang akan digunakan pada pekerjaan sebenarnya. Latihan ini berguna sebagai pendahuluan dari latihan kerja.
Diposting oleh Fikri di 07.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer

  • Contoh Kasus Organisasi
    Contoh kasus Metode Organisasi "PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAL DINAS KIMPRASKO BANJARMASIN “ Penel...
  • Contoh Kasus Komunikasi antar pribadi
    Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak bisa terlepas dari komunikasi. ...
  • Organisasi Kemahasiswaan - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
    TEORI ORGANISASI UMUM 1 Nama : Mochammad Fikri Kelas : 2KA23 NPM : 15113559 Organisasi mahasiswa adalah organisasi yan...
  • Kesimpulan Kepemimpinan
    PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI Definisi dan Dasar pengambilan keputusan Pengambilan keputusan adalah suatu hasil keluaran atau...
  • KEPEMIMPINAN
    PENGERTIAN KEPEMIMPINAN Kepemimpinan menurut Fred E. Fielder dan Martin M. Chemars adalah sutu proses mempengaruhi aktivitas kelompok dal...
  • ORGANISASI
    ORGANISASI A.    TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI 1.     Tipe organisasi Secara garis besar tipe organisasi dibagi menjadi dua yaitu, ...
  • KONFLIK ORGANISASI DAN PENYELESAIANNYA
     1.      Konflik Konflik adalah  perbedaan pendapat antara anggota satu dengan yang lain akibat kurangnya komunikasi di dalam organisasi....
  • KONFLIK ORGANISASI (KELOMPOK)
    KONFLIK ORGANISASI Pengertian Konflik Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiolo...
  • KOMUNIKASI ORGANISASI
    Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan ...
  • PROSES ORGANISASI
    PROSES ORGANISASI A.    Proses organisasi         Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan pros...